Assalamu'alaikum Warohmatullohi wabarokatuh !
Selamat Datang & Terima Kasih Atas Kunjungan Anda Di Situs Kami
Untuk Order Cepat WA Kami ke 085710543828 Format Pemesanan Ketik: Psn#NamaProduk#Jumlah#Nama#AlamatLengkap#NoHP#Bank
Sebelum belanja di Toko Online Kami, ada baiknya agar Anda membaca terlebih dahulu menu CARA PEMESANAN & CARA PEMBAYARAN. Kami Menjamin RAHASIA ANDA, setiap Paket yang kami kirim tertutup rapat untuk umum. Harga yang Kami cantumkan di Situs ini adalah Harga Eceran. Untuk Harga GROSIR silahkan Hubungi Kami via Pin BB: 53539271, via Telp: 085217805323, via E-mail: walafan@gmail.com atau SMS ke 085710543828

PARE & MANFAATNYA

Siapa yang tak kenal dengan Pare (Momordica charantia). Tanaman satu ini memang pahit. Tapi, di balik rasa pahit itu ternyata tersimpan sejuta manfaat untuk kesehatan.

Coba perhatikan kandungan kimia yang terdapat pada tanaman pare. Buahnya mengandung albiminoid, karbohidrat, dan zat warna, daunnya mengandung momordisina, momordina, karantina, resin, dan minyak lemak, sementara akarnya mengandung asam momordial dan asam oleanolat. Bijinya mengandung saponin, alkaloid, triterprenoid, dan asam momordial.

Tanaman pare (Momordica charantia) berasal dari kawasan Asia Tropis, namun belum dipastikan sejak kapan tanaman ini masuk ke wilayah Indonesia. Saat ini tanaman pare sudah dibudidayakan di berbagai daerah di wilayah Nusantara. Umumnya, pembudidayaan dilakukan sebagai usaha sampingan. Pare ditanam di lahan pekarangan, atau tegalan, atau di sawah bekas padi sebagai penyelang pada musim kemarau. Tanaman pare (paria) adalah tanaman herba berumur satu tahun atau lebih yang tumbuh menjalar dan merambat. Tanaman yang merupakan sayuran buah ini mempunyai daun yang berbentuk menjari dengan bunga yang berwarna kuning. Permukaan buahnya berbintil-bintil dan rasa buahnya pahit. Tanaman pare ini sangat mudah dibudidayakan dan tumbuhnya tidak tergantung pada musim.

Pare memiliki nama yang beragam disetiap daerah diantaranya Prien (Gayo) Paria (Batak Toba) Foria (Nias) Peria (Melayu) Kambeh (Minangkabau) Papare (Jakarta) Paria (Sunda) Pare (Jawa Tengah} Pepareh (Madura) Paya Truwok (Sasak) Paria (Bima) Pania (Timor) Popari (Menado) Beleng gede(Gorontalo) paria (Makasar) Paria {Bugis}Papariane (Seram) Papari (Buru) Papare (Halmahera) Kepare {Ternate}.

MANFAAT TANAMAN PARE

Rasa buah pahit ini yang menimbulkan beberapa manfaat yang terdapat dalam buah pareini. Manfaat buah pare bagi kesehatan manusia adalah:
  1. Dapat merangsang nafsu makan
  2. Dapat menyembuhkan penyakit kuning
  3. Memperlancar pencernaan
  4. Obat malaria
  5. Sebagian masyarakat juga meyakini bahwa buah pare yang pahit ini juga bermanfaat dalam menyembuhkan penyakit bronchitis, mengatasi demam, sakit perut, reumatik, maupun nyeri haid. 

Selain buah pare, ternyata daun pare juga mempunyai manfaat yang tidak kalah dengan buahnya. Manfaat tersebut antara lain:
  1. Dapat menyembuhkan mencret pada bayi
  2. Membersihkan darah bagi wanita yang baru melahirkan
  3. Dapat menurunkan panas
  4. Dapat mengeluarkan cacing kremi
  5. Dapat menyembuhkan batuk

Selain dari semua yang ada diatas, ada penelitian yang pernah dilakukan membuktikan bahwa tanaman pare dapat membuat turunnya jumlah sperma pada tikus putih jantan, sehingga pare dapat dikatakan dapat menjadi sebagai obat KB alami bagi pria karena mengandung zat antifertilitas

Pare Sebabkan Mandul Pada Pria
Kontrasepsi Alami

Anda ingin menunda punya momongan? atau sengaja ingin menjarangkan kehamilan secara alami? Pare dan biji kapas bisa menjadi pilihan kontrasepsi alami. Kedua bahan ini terbukti mampu menghalangi seperma dan menurunkan kesuburan pria.

Bagi Anda pria yang belum punya anak hati-hati dengan mengkonsumsi sayuran buah Pare (Momordica charantia). Sayuran ini ternyata mengandung zat antifertilitas yang dapat menurunkan kesuburan. Zat yang berpengaruh sama juga terdapat dalam Biji kapas (Gossypium hirtusum).

Dalam sebuah acara Pertemuan Ilmiah Tahunan Perkumpulan Andrologi dan Perhimpunan Dokter Sepesialis Andrologi, Dr. Azwar Agoes mengungkapkan potensi tanaman obat Indonesia yang bisa dijadikan alat kontrasepsi pria. Hasil penelitian menunjukan kedua tanaman ini mampu menurunkan kesuburan pria. Menghambat pertumbuhanspermatozoa, menghambat transportasi sperma dan menghalangi penyimpanan sperma.

Ekstrak tanaman pare juga mengandung senyawa sitotoksik seperti saponin titerpen dan cucurbitacin yang terbukti mampu menurunkan kualitas seperma. Sedangkan senyawa gasipol dalam biji kapas terbukti mampu menurunkan libido sekaligus menurunkan kesuburan sperma. Tentu biji kapas harus diolah menjadi miyak dulu agar hasilnya lebih efektif.

Fakta Baru Buah Pare

Anti HIV

Ketika wabah virus HIV/AIDS merebak akibat pergaulan bebas, banyak ahli yang melakukan berbagai penelitian untuk menemukan obatnya. Salah satu temuan menarik berhasil dilakukan Profesor Lee Huang dari New York University, yaitu adanya kandungan dalam buah pare yang berkhasiat dalam menekan penyebaran virus HIV/AIDS dalam tubuh.

Zat yang berhasil ditemukan itu terdapat dalam biji buah pare yang sudah tua, dan diberi nama alpha momorchorin, beta momorchorin dan momordica antiviral protein 30 (MAP 30).

Zat-zat ini diketahui mampu menekan penyebaran virus HIV dalam tubuh. Bahkan kabarnya, zat dalam buah pare ini telah diproduksi secara massal dan dijadikan obat untuk menanggulangi penyakit HIV/AIDS.

Sebuah penelitian di Chinese University of Hongkong berhasil mengisolasi dua jenis protein dari dalam buah pare. Protein yang diberi nama Alpha dan Beta ini dipercaya mampu menghambat laju kerja virus HIV penyebab AIDS. Sementara hasil uji lab New York Universitiy School of Medicine menemukan protein jenis ketiga yang diberi nama MAP 30, yang lagi-lagi konon bermanfaat untuk mencegah laju HIV. Namun jika Anda akan mencoba terapi pare, buah yang pahit ini memiliki toksisitas yang tinggi penyebab keguguran. Sebaiknya tidak diterapkan pada wanita hamil.

Diposting ulang dari:
http://frendli.multiply.com/journal/item/61/PARE_dan_Manfaatnya
http://budiboga.blogspot.com/2006/11/pare-sebabkan-mandul-pada-pria.html
Dan dari beberapa sumber lainnya

Tidak ada komentar:

Entri Populer